Seberapa
Besar Kekuatan Sebuah Kalimat?
Pernahkah kita benar-benar menyadari bahwa hidup seseorang bisa berubah hanya karena satu kalimat?Percayakah Anda bahwa satu ucapan yang baik mampu mengubah jalan hidup seseorang?Seorang yang putus asa kembali bersemangat karena mendengar, "Kamu pasti bisa."
Seorang
anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri karena sering mendengar, "Ayah
dan ibu bangga kepadamu."
Seseorang yang hampir meninggalkan shalat akhirnya kembali sujud karena mendengar nasihat yang lembut. Bahkan, bukankah kalimat yang paling agung dalam Islam hanyalah beberapa kata?
La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah.
Kalimat
syahadat.
Hanya
beberapa kata yang diucapkan oleh lisan, tetapi apabila lahir dari hati yang
beriman, ia mengubah status seseorang dari tidak beriman menjadi seorang
muslim. Kalimat itu menjadi awal kehidupan baru, menjadi dasar seluruh amal,
dan dengan rahmat Allah menjadi jalan menuju surga.
Rasulullah
SAW bersabda:
"Barang
siapa yang akhir ucapannya adalah La ilaha illallah, maka ia akan masuk
surga." (HR. Abu
Dawud)
Kalimat
yang baik ternyata bukan sesuatu yang sederhana. Ia mampu mengubah hati,
mengubah perilaku, bahkan mengubah kehidupan seseorang.
Demikian
pula ucapan seorang guru yang membangkitkan semangat muridnya.
Ucapan seorang dokter yang menenangkan pasiennya.
Ucapan seorang pemimpin yang menguatkan bawahannya.
Ucapan
seorang suami kepada istrinya.
Ucapan
seorang ibu kepada anaknya.
Semuanya
dapat menjadi energi yang menghidupkan jiwa.
Namun
sebaliknya, pernahkah kita memikirkan betapa banyak kerusakan yang juga bermula
dari sebuah kalimat?
Satu kalimat ghibah mampu merusak kehormatan seseorang.
Satu fitnah dapat menghancurkan sebuah keluarga.
Satu
adu domba dapat memutus persaudaraan yang telah dibangun bertahun-tahun.
Satu
hinaan dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.
Satu
berita bohong dapat memecah belah masyarakat.
Tidak
sedikit peperangan, permusuhan, perceraian, bahkan pembunuhan yang berawal dari
ucapan yang tidak dijaga.
Karena
itu Islam sangat menekankan penjagaan lisan.
Lalu
bagaimana Allah menggambarkan kekuatan sebuah kalimat?
Allah
memberikan jawaban yang sangat indah dalam firman-Nya:
Daraba Allahu matsalan kalimatan tayyibatan kasyajaratin tayyibah.
"Allah membuat perumpamaan
tentang kalimat yang baik, seperti pohon yang baik..."
(QS. Ibrahim: 24)
Allah
tidak mengatakan bahwa kalimat yang baik seperti bunga yang indah atau seperti
buah yang manis. Allah memilih pohon sebagai perumpamaan.
Mengapa?
Karena
pohon tidak hanya indah dipandang, tetapi memiliki akar yang kokoh, batang yang
kuat, cabang yang menjulang, memberi keteduhan, menghasilkan buah, bahkan terus
memberi manfaat kepada siapa saja yang berada di sekitarnya.
Demikian
pula kalimat yang baik. Ketika lahir dari hati yang dipenuhi iman dan
keikhlasan, ia tidak berhenti sebagai rangkaian kata. Ia tumbuh menjadi amal,
menguatkan jiwa, memperbaiki akhlak, menumbuhkan harapan, menggerakkan
kebaikan, dan menghadirkan manfaat yang terus mengalir bagi banyak orang.
Masihkah
kita ragu untuk berkata yang baik?
Satu
kalimat syahadat membuka jalan menuju surga. Satu nasihat dapat mengubah hidup
seseorang. Satu doa mampu menguatkan hati yang rapuh.
Maka,
jangan pernah meremehkan sebuah kalimat yang baik. Bisa jadi, kalimat yang
keluar dari lisan kita hari ini menjadi pohon kebaikan yang terus berbuah
hingga kita tiada.
"Kalimat
yang baik adalah seperti pohon yang baik." (QS. Ibrahim: 24)
by goens'GN
Komentar(0)
Tinggalkan komentar