Hidup Ini Hanyalah Amanah
Setiap langkah yang kita jalani sesungguhnya bukanlah milik kita. Nafas yang kita hirup bukanlah hasil dari kekuatan kita. Keadaan yang hari ini kita sandang bukan semata karena kepandaian atau kehebatan kita. Keluarga yang kita cintai pun bukanlah kepemilikan kita. Semua hanyalah amanah dari Allah, Penguasa kehidupan.
Sering kali kita begitu sibuk menyusun rencana. Kita merancang masa depan dengan rinci, mengejar cita-cita, menikmati kebersamaan dengan sahabat, membangun nama, mengumpulkan harta, hingga merasa telah mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Semua itu adalah ikhtiar yang baik. Namun, di balik setiap rencana, jangan pernah kita lupakan bahwa ada Dzat yang memiliki kehendak di atas segala kehendak.
Dialah Al-Mur?d, Yang Maha Berkehendak. Apa yang terjadi tidak pernah keluar dari iradah-Nya. Dialah As-?amad, tempat seluruh makhluk bergantung, sementara Dia tidak bergantung kepada siapa pun. Dialah pula Al-Mu?y?, Yang Maha Menghidupkan, yang mengawali setiap kehidupan dan kelak menetapkan kapan amanah itu harus dikembalikan.
Karena itu, syukurilah setiap detik kehidupan. Tidak ada seorang pun di antara kita yang mengetahui apakah detik berikutnya masih menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Yang kita miliki hanyalah hari ini; sedangkan esok masih menjadi rahasia Allah.
Urusan nyawa dan umur bukanlah wilayah yang mampu dijangkau oleh akal manusia. Di mana kita akan mengembuskan napas terakhir, berapa lama usia kita, dan kapan perjalanan ini berakhir, semuanya adalah hak Allah semata. Tugas kita hanyalah berjalan, berikhtiar, berpikir, berbuat baik, dan menjalankan amanah yang telah dititipkan kepada kita.
Dunia hanyalah sarana, bukan tujuan. Maka jangan biarkan dunia menguasai hati kita. Letakkanlah ia di tangan, bukan di hati. Jadikan setiap nikmat sebagai bekal untuk semakin dekat kepada Allah, dan jadikan setiap sujud sebagai tempat kembali, tempat menenangkan jiwa, tempat mencurahkan syukur, dan tempat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Ketika kebahagiaan datang, jangan hanya menikmatinya. Angkatlah kedua tangan, panjatkan syukur sebagai ungkapan cinta dan terima kasih kepada Allah. Lalu ingatlah orang-orang yang menjadi jalan kebaikan dalam hidup kita; kedua orang tua, keluarga, guru, sahabat, dan siapa pun yang pernah menggenggam tangan kita ketika kita hampir terjatuh. Ucapkan terima kasih kepada mereka selagi mampu, dan doakan mereka, bahkan ketika hanya ada kesunyian yang menjadi saksi.
Hari ini mungkin menjadi saat yang tepat untuk bertanya kepada diri sendiri.
Dari titik awal kehidupan hingga detik ini, sudah sejauh mana perjalanan yang telah kita tempuh? Berapa banyak amal yang telah kita kumpulkan? Jika hari ini Allah memanggil kita pulang, apakah bekal yang kita bawa telah cukup menjadi "mahar" untuk bertemu dengan-Nya?
Hakikat keberadaan manusia sesungguhnya telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya. Kehidupan ini tidak diciptakan tanpa tujuan. Melalui Surah Adz-Dz?riy?t ayat 56 ditegaskan bahwa jin dan manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya, sehingga setiap amanah kehidupan pada akhirnya bermuara pada penghambaan kepada Sang Pencipta.
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dz?riy?t: 56)
Ayat ini mengingatkan bahwa hidup bukan sekadar tentang bekerja, berkarya, memiliki, atau mencapai. Semua itu hanyalah bagian dari perjalanan. Hakikat kehidupan adalah ibadah dalam makna yang luas: menjalankan amanah dengan jujur, menebarkan manfaat, menjaga akhlak, dan menghadirkan Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Maka sesungguhnya hidup bukanlah tentang seberapa lama kita berada di dunia, melainkan seberapa baik kita memanfaatkan kesempatan yang Allah titipkan. Sebab pada akhirnya, bukan usia yang akan ditanya, melainkan bagaimana usia itu digunakan. Bukan banyaknya harta yang akan menyelamatkan, melainkan keberkahan dari apa yang telah kita lakukan. Dan bukan seberapa tinggi kita berdiri di hadapan manusia, tetapi seberapa dekat kita bersujud di hadapan Allah.
Selamat pagi, kehidupan.
Mari kita syukuri setiap detik yang masih Allah anugerahkan. Jalani amanah ini dengan penuh keikhlasan, karena suatu hari nanti kita akan mengembalikan semuanya kepada Pemilik kehidupan.
— By goens’GN- 25 Juli 2026
Komentar(0)
Tinggalkan komentar